Tanah Adat, Perkampungan (Huta) Batugukguk

OP. Espita Rajagukguk / Keturunan Op.Pidjor Rajagukguk

OP. Espita Rajagukguk / Keturunan Op.Pidjor Rajagukguk

Muara Nauli Blog, Perkampungan (Huta) Batugukguk di Kelurahan/Desa Dolok Martumbur, kecamatan Muara adalah sebuah perkampungan (perkampungan Adat) yg dihuni oleh sekelompok marga orang bermarga Rajagukguk.

Huta (Perkampungan) Batugukguk, pertama kali dihuni oleh sebuah keluarga bermarga Rajagukguk (Op Pidjor Rajagukguk) adalah sekaligus disebut sebagai pendiri perkampunga tersebut. Perkampungan ini dihuni oleh sekelompok orang bermarga Rajagukguk, khususnya keturunan dari Rajagukguk Babiat Sosunggulon Manukkol Langit.

Huta Batugukguk berasal dari kata Batu dan Gukguk (bertumpuk), yaitu Huta yg banyak batu-batuan. Selain berladang (tani), Batu juga merupakan sumber mata pencaharian masyarakat di sana. Batu yg dikumpul akan dibeli oleh orang-orang yg ingin membangun rumah, jalan atau bangunan lainya yg membutuhkan batu sebagai bahan bangunanya.

Meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial serta aktivitas pemerintahan akhir – akhir ini, terutama setelah pemekaran beberapa kabupaten, akan mepengaruhi harga tanah dan pada umumnya  meningkat tajam. Harga tanah yang sebelumnya tidak berarti seperti tanah golat ( batas tanah warisan kelompok ), sekarang harganya ada yang sudah menyamai harga tanah di perkotaan. Dengan harga tanah yang tinggi ini, maka perebutan tanah apakah golat atau tanah perorangan makin marak terjadi. Tidak heran bahwa di kampung, persengketaan antar saudara – saudara, antar marhula – marboru (sistem kekerabatan) dan antar marga sudah sering terjadi. Persengketaan in banyak yang sudah masuk ke dalam perkara peradilan yang memakan biaya, waktu, dan pikiran, dan tenaga habis-habisan yang melelahkan, mengingat salah satu sifat orang Batak yang harga dirinya sangat tinggi. Fenomena ini diperkirakan dapat mengarah kepada suatu situasi dan kondisi yang mengkhawatirkan yang dapat merusak hubungan kekeluargaan, merusak tatanan masyarakat Batak, merusak pekerjaan, menguras pikiran dan dana. Pada akhirnya suatu saat nanti akan banyak keluarga orang Batak akan hancur dan menderita.

Untuk mengantisipasi terjsdinya kondisi yg buruk seperti ini, khususnya di Tanah Adat Perkampungan Batugukguk, saya :Jon Piter Rajagukguk, sebagai salah satu popparan dari A.Pidjor Radjagukguk, merasa berkepentingan untuk bisa menjaga kerukunan warga batugukguk dan memberitahukan kepada Umum, agar jangan sampai ada orang-orang tertentu yg ingin membuat kekacauan di daerah ini dengan memanfaatkan situasi yang ada.

Jon Piter documen

Surat Huta Batugukguk (dokumen, Jon Piter Rajagukguk).
Surat tanah ini ditulis dalam sebuah kertas pada jaman Belanda pada tahun 1920.

Tanah dan kekayaanya yg ada di sekitar batas  perkampungan batugukguk ini di utamakan hanya untuk kelangsungan hidup masyarakat Adat di sana, Tidak sah dan tidak bisa terjadi jual-beli tanah yg dilakukan oleh sepihak di sekitar wilayah perkampungan Batugukguk ini, Kecuali: Jual-Beli Tanah dikatakan Sah hanya apabila telah ada kesepakatan dari seluruh masyarakkat Batugukguk dan disetujui oleh beberapa popparan dari A.Pidjor Rajagukguk sebagai pemilik IZIN terbentuknya Perkampungan Batugukguk, dan harus disertai dengan bisa menunjukkan bukti asli surat ini.

Diperlukan suatu kehati-hatian khususnya Investor, pengusaha, pemerintah dan berbagai pihak agar tidak terjebak oleh kepentingan orang tertentu yg di sekitar Huta Batugukguk agar nantinya jangan sampai menimbulkan terjadinya situasi yang tidak diinginkan di sekitar tanah Adat perkampungan Batugukguk ini. Kita harapkan hubungan kekerabatan antara warga sekitar perkampungan Batugukguk bisa tetap harmonis jangan sampai terjadi perang saudara.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Tanah Adat, Perkampungan (Huta) Batugukguk

  1. kasih aritonang berkata:

    saya br. rajagukguk. memang semuanya itu sangat menyakitkan tetapi dengan adanya penelasan akan dari pidjor rajagukguk ini saya semakin bangga dengan adanya di buat ini sehingga marga ini dapat dikembangkan. tetapi mengapa pada saat ini banyak sekali yang mengatakan bahwa rajagukguk itu sedikit dan hanya br. rajagukgukmengapa tidak bisa di tinggalkan rajanya.

  2. Terimakasih komentarnya Ito. Saran yg membangun sangat kami harapkan, khususnya dari marga Rajagukguk.

  3. edward rajagukguk berkata:

    kami rajagukguk pinggan pasu dimana oppung kami merantau ke kutacane aceh tenggara perbatasan sumut aceh sekitar tahun 1900, tolong bisa dijelaskan kami keturunan ke berapa atau silsilah kami?

    • Horas Apara,
      Pertanyaan Appara itu hanya bisa terjawab bila Appara mau menelusurinya ke atas dengan orang yg satu keturunan dgn Appara. Rajagukguk punya dua (2) anak. Anak yg pertama, Manukkol Langit/Manukkun Langit dan adiknya Pinggan Pasu. Saya turunan dari Manukkol Langit. Appara bisa mencarinya/bertanya sama oppung appara yg masih hidup.
      Asal Rajagukguk di Muara, Tapanuli Utara, Masih adakah oppung dari oppung appara yg masih tinggal di Muara?? atau siapapun yg appara tau yg ada hubunganya dgn appara??

  4. Ningsih Arios berkata:

    saya sangat terkesan dengan adat dan budaya batak,, memang saya masih sekolah dan mungkin blum terlalu mengerti tentang adat2 ini, tapi saya ingin tanyakan muara pasti meninggalkan tanda,, misalnya simatupang membuat tugu (parsadaan ni simatupang) tapi knapa aritonang tidak ada (tugu parsadaan ni aritonang? dan juga tugu rajagukguk tidak ada di muara, sementara asalnya rajagukguk dari
    muara…

    • Saran yang sangat bagus itu, mungkin alasanya karena belum adanya rasa kesatuan di marga kita Toga Aritonang ini. Ingin berdiri sendiri2, Oppusunggu (ada Tugu Oppusunggu), Rajagukguk dan Simare-mare.
      Atau mungkin rasa ingin bersatu itu ada, terbukti sekarang sudah ada persatuan (parsadaan) marga Aritonang, mudah-mudahan bisa lanjut ada pemikiran sampai kesitu (membuat Tugu Aritonang).

  5. ada gk orang bapa tua ,na tinggal i jakarta ….au pe marga raja gukguk do bapatua

    • Di Jakarta dia maksudmu. Ise do huroa lakkam, Ada udaku di jakarta, tapi belum pernah ketemu muka, bicara di HP sudah pernah. Itulah tujuan dari Tarombo ini, semoga ada keluarga yg melihat tarombo ini dan mau menunjukkan dirinya untuk mengenal lebih jauh. (Di Bogor, di jakarta ada)

  6. s purba berkata:

    di tanda hamudo lae enjel nadidolok martumbur i

  7. meryan851 berkata:

    Horas Bapa Tua ,
    Saya cuman mau nanya , sebenar nya raja Guk guk itu Ada brapa bapa Tua ? Sampai skarang saya Blom pahammengenai adat saya Bapa Tua ,
    Soal nya besar di prantauan , Dan saya Blum pernah tau saya raja Guk guk apa , tapi ibu sempat berkata raja Guk Guk oppung palti ,
    Tapi jelas kata ϑ depan nama saya palti Raja guk Guk . Apakah memang Ada raja Guk guk oppung palti Bapa Tua ? Trimakasih
    ┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓ (*)
┆Ǧ̩ỌƋ̲̣ß̍ĿΕ̲̣Ƨ̣̇Ƨ̣̇ϔỌU ({}) ☆ 
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶

  8. Basri Rajagukguk berkata:

    Horas abangda, au Rajagukguk Manukkol langit/Tagor nilaut No 16. asa takkas panjouon hu tu hamu, Bapa Tua manang Bapa uda.

  9. Ria Simaremare berkata:

    Sekarang Tugu aritonang sdh ada di bangun, aritonang maunya jgn lah berdiri sendri2, aritonang okkon sada do pangidoan ni roha

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s